Fortasi SMAM Haurgeulis Indramayu tingkatkan karakter dan kualitas pendidikan siswa baru
Kegiatan Fortasi sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Siswa Baru
SMA Muhammadiyah (SMAM) Haurgeulis mengadakan kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) untuk peserta didik baru. Kegiatan ini bertujuan sebagai langkah awal dalam membentuk karakter serta meningkatkan kualitas pendidikan. Pelaksanaan Fortasi berlangsung selama beberapa hari dan menjadi bagian dari proses pengenalan lingkungan sekolah, nilai-nilai keislaman, dan kemuhammadiyahan bagi seluruh siswa baru.
Kepala SMA Muhammadiyah Haurgeulis, Erni Susanti, menjelaskan bahwa Fortasi bukan hanya sekadar kegiatan orientasi, melainkan fondasi penting bagi peserta didik untuk mengenal budaya sekolah yang mengedepankan keseimbangan antara keimanan, ilmu pengetahuan, dan akhlak mulia.
“Melalui Fortasi, kami ingin siswa baru tidak hanya mengenal ruang kelas atau fasilitas sekolah, tetapi juga memahami visi, misi, serta budaya yang tumbuh di SMAM Haurgeulis. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa persaudaraan, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan sejak dini,” ujarnya.
Menurut Erni, Fortasi menjadi momentum untuk membangun karakter siswa yang beriman, berilmu, dan berakhlak sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah. Dengan pemahaman yang baik sejak awal, diharapkan peserta didik mampu berkembang menjadi pribadi yang cerdas, disiplin, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti berbagai materi yang dirancang secara komprehensif. Selain mendapatkan pengenalan mengenai tata tertib sekolah, siswa juga dibekali pemahaman tentang program unggulan sekolah, pembinaan karakter, serta berbagai keterampilan dasar yang mendukung proses pembelajaran.
Kegiatan Fortasi juga menghadirkan sesi diskusi dan berbagi pengalaman yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, serta pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Melalui pendekatan tersebut, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis antara siswa baru dengan seluruh warga sekolah sejak hari pertama mereka bergabung.
Panitia pelaksana menjelaskan, penyelenggaraan Fortasi tahun ini dikemas dengan metode yang lebih variatif dan interaktif agar peserta lebih antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus menumbuhkan semangat belajar dan rasa memiliki terhadap sekolah.
Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, Fortasi juga diarahkan untuk membantu siswa beradaptasi dengan suasana belajar yang baru. Melalui berbagai aktivitas kelompok, peserta didorong membangun kerja sama, memperluas pergaulan, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, saling mendukung, dan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter islami yang kuat. Hal tersebut sejalan dengan visi SMA Muhammadiyah Haurgeulis dalam meningkatkan mutu pendidikan yang berdaya saing tinggi.
Fortasi juga menjadi sarana bagi siswa baru untuk mengenal lebih dekat seluruh elemen sekolah sehingga proses adaptasi dapat berlangsung lebih cepat. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu menjalani masa pendidikan dengan penuh semangat, mematuhi tata tertib sekolah, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.
Rangkaian kegiatan Fortasi ditutup dengan upacara penutupan yang dilanjutkan dengan penyerahan simbolis kelompok siswa baru kepada wali kelas masing-masing. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan belajar para peserta didik baru secara resmi di SMA Muhammadiyah Haurgeulis.
Melalui Fortasi, SMAM Haurgeulis menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas dengan menanamkan nilai-nilai keislaman, kepemimpinan, dan karakter sebagai bekal bagi siswa dalam meraih prestasi serta menghadapi tantangan di era modern.