Pendaftaran SPMB SMKN 12 Garut 2026/2027 Berjalan Lancar, Heryatno: Kelulusan Berdasarkan Sistem
Penerimaan siswa baru di SMKN 12 Garut berjalan dengan lancar dan kondusif. Proses seleksi yang dilaksanakan sesuai aturan pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, menunjukkan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas.
Kepala SMKN 12 Garut, Heryatno, S.Pd., M.M., M.Si., MCE, menjelaskan bahwa sekolah hanya bertindak sebagai penyelenggara pelaksanaan SPMB. Seluruh proses seleksi dilakukan berdasarkan sistem dan ketentuan resmi, sehingga sekolah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan kelulusan siswa.
Menurut Heryatno, penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan proses penerimaan peserta didik yang adil serta meminimalkan intervensi dari pihak luar. Ia menyampaikan bahwa semua siswa yang lolos telah melalui tahapan prosedur sesuai aturan pemerintah.
Ia menegaskan bahwa hasil seleksi merupakan keluaran sistem berdasarkan jalur yang telah ditentukan. Sekolah hanya bertugas memastikan seluruh proses administrasi berjalan sesuai prosedur.
Heryatno berharap masyarakat memahami mekanisme SPMB yang semakin mengedepankan sistem digital dan aturan baku. Oleh karena itu, ia mengimbau para orang tua maupun calon peserta didik untuk tidak mudah mempercayai pihak-pihak yang mengaku mampu meloloskan siswa ke sekolah tertentu.
Ratusan Murid Diterima Melalui Berbagai Jalur
Berdasarkan rekapitulasi SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, SMKN 12 Garut menerima peserta didik baru melalui beberapa jalur seleksi, antara lain:
- Kelas Industri
- Prestasi Nilai Rapor
- Prestasi Non Akademik
- Prestasi Kepemimpinan
- Anak Guru
- Domisili Terdekat
- Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM)
Pada kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman, sebanyak 139 siswa diterima, terdiri atas:
38 siswa jalur Kelas Industri
30 jalur Prestasi Nilai Rapor
2 jalur Prestasi Kepemimpinan
2 Anak Guru
24 jalur Domisili Terdekat
43 jalur KETM
Sementara itu, Teknik Sepeda Motor menjadi salah satu jurusan dengan jumlah penerimaan terbesar, yakni 144 siswa. Rinciannya meliputi:
33 siswa jalur Kelas Industri
36 Prestasi Nilai Rapor
7 Prestasi Non Akademik
2 Anak Guru
23 Domisili Terdekat
43 jalur KETM
Di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), tercatat 105 siswa diterima, terdiri dari:
27 jalur Kelas Industri
28 Prestasi Nilai Rapor
1 Prestasi Kepemimpinan
3 Prestasi Non Akademik
3 Anak Guru
11 Domisili Terdekat
* 32 jalur KETM
Adapun pada kompetensi keahlian Bisnis Daring, sebanyak 108 siswa dinyatakan lolos seleksi. Mereka berasal dari:
23 jalur Kelas Industri
28 Prestasi Nilai Rapor
4 Prestasi Non Akademik
1 Anak Guru
20 Domisili Terdekat
32 jalur KETM
Jurusan Akuntansi menerima 108 peserta didik baru, terdiri atas:
26 jalur Kelas Industri
28 Prestasi Nilai Rapor
2 Prestasi Non Akademik
1 Anak Guru
18 Domisili Terdekat
33 jalur KETM
Sementara itu, kompetensi keahlian Perikanan menerima 36 siswa, dengan komposisi:
9 jalur Kelas Industri
9 Prestasi Nilai Rapor
7 Domisili Terdekat
11 jalur KETM
Secara keseluruhan, rekapitulasi tersebut menunjukkan SMKN 12 Garut menerima sekitar 640 peserta didik baru yang tersebar pada enam kompetensi keahlian sesuai kuota yang telah ditetapkan.
Aturan Terbaru SPMB Jawa Barat 2026
Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di Jawa Barat mengacu pada kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menggantikan sistem PPDB menjadi SPMB. Dalam pelaksanaannya, pemerintah menerapkan beberapa jalur penerimaan, yakni:
- Jalur domisili
- Afirmasi (KETM)
- Prestasi
- Mutasi
- Kelas industri untuk SMK yang bekerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri
Seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan, berbasis sistem digital, serta mengutamakan pemerataan akses pendidikan sesuai kuota masing-masing jalur. Sekolah tidak memiliki kewenangan untuk mengubah hasil seleksi yang telah ditetapkan oleh sistem, sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama sesuai persyaratan yang berlaku.
Heryatno berharap seluruh siswa yang telah diterima dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan mengembangkan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing, sehingga siap memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.