July 17, 2026

Panglima TNI Tutup Pendidikan Akademi TNI untuk 989 Taruna di Cilangkap

0



JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Akademi TNI Tahun 2026 di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (16/7/2026). Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, serta Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono.

Sebanyak 898 taruna telah menyelesaikan pendidikan pertamanya. Komposisi lulusannya terdiri dari 507 lulusan Akademi Militer (Akmil), 227 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), dan 153 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU). Selain itu, acara juga diikuti oleh tujuh perwira remaja lulusan akademi militer luar negeri serta empat taruna asal Timor Leste yang menyelesaikan pendidikan di Akademi TNI.

Dalam suasana khidmat, Jenderal Agus secara resmi menyatakan penutupan Pendidikan Pertama Akademi TNI Tahun 2026 sebagai tanda berakhirnya seluruh rangkaian pembentukan perwira remaja. “Pada hari ini, Kamis 16 Juli 2026 pukul 09.10 WIB, Pendidikan Pertama Akademi TNI Tahun 2026 saya nyatakan dengan resmi ditutup,” ujar Agus.

Setelah upacara, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah prajurit serta penyerahan tanda penghargaan Adhi Makayasa dan ijazah kepada para lulusan terbaik. Upacara ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan perwira-perwira muda yang tangguh, profesional, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki semangat integrasi antarmatra.

Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Sementara itu, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Rrevita menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diselenggarakan oleh 10 Asosiasi Desa se-Indonesia bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur, pada hari yang sama.

Seminar ini mengusung tema “Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat”, dengan tujuan untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan. Dalam sesi sharing, Jenderal Tandyo menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur, mulai dari penyiapan lahan hingga pelaksanaan program agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat segera terwujud dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Proses pembangunan tentang KDKMP ini mulai dari penyiapan lahan semuanya ada di Inpres, kemudian pelaksanaan di bawah bagaimana musyawarah desa itu untuk mengajukan lahan yang siap dan dari lahan itulah kita bangun Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Tandyo.

Ia juga menambahkan, “Mudah-mudahan apa yang kita harapkan ini bisa kita realisasikan segera dan kesejahteraan rakyat menjadi ujung tombak perputaran ekonomi ini akan menjadi keinginan kita semuanya.”

Fokus pada Kesejahteraan Rakyat

Melalui seminar ini, Tandyo menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan hanya sekadar inisiatif pemerintah, tetapi juga menjadi wadah untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membangun perekonomian lokal. Dengan melibatkan semua pihak, baik pemerintah daerah, masyarakat, maupun organisasi swadaya, KDKMP diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak utama pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.

Selain itu, seminar ini juga menjadi ajang untuk saling bertukar informasi dan pengalaman antara para pemangku kepentingan. Dengan begitu, strategi dan kebijakan yang diterapkan bisa lebih efektif dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Tandyo berharap, melalui kerja sama yang kuat dan komitmen yang tinggi, KDKMP dapat menjadi model sukses dalam penguatan ekonomi desa. Dengan demikian, tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *