UIN Walisongo Latih 3.323 Mahasiswa KKN, Rektor: Jangan Sembarangan, Bawa Nama Baik Kampus
UIN Walisongo Gelar Pembekalan KKN Tahun 2026 untuk Ribuan Mahasiswa
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali menyelenggarakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 bagi peserta KKN Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 dan KKN Mandiri Misi Khusus (MMK). Kegiatan ini diadakan di Auditorium Prof. Tgk. Ismail Ya’kub, Rabu (15/7/2026), dengan tema utama “Pemberdayaan Masyarakat melalui Ekonomi Kreatif, Literasi Kesehatan, dan Inovasi Sosial Berbasis Desa”.
Pembekalan ini menjadi langkah akhir sebelum ribuan mahasiswa diterjunkan ke berbagai wilayah pengabdian untuk menjalankan program KKN selama 45 hari. Seluruh peserta akan melakukan pengabdian mulai tanggal 21 Juli hingga 3 September 2026 mendatang, di 15 kecamatan yang tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Demak.
Peserta KKN Tahun Ini
Dalam laporan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Walisongo, Moh. Masrur, terdapat sebanyak 3.323 mahasiswa yang mengikuti program KKN tahun ini. Mereka dibagi menjadi dua skema, yaitu 3.200 peserta KKN MIT dan 130 peserta KKN MMK. Tema KKN tahun ini dirancang untuk mendorong mahasiswa berkontribusi secara nyata dalam pemberdayaan masyarakat desa.
Tema tersebut fokus pada penguatan ekonomi kreatif, peningkatan literasi kesehatan, serta pengembangan inovasi sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Peran KKN dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter mahasiswa. Menurutnya, KKN adalah bagian dari etape studi di UIN Walisongo, yang merupakan perjalanan dalam menempuh perjuangan studi. Ia menekankan agar para peserta memahami makna pengabdian yang sesungguhnya.
Menurut Musahadi, mahasiswa tidak sedang berpindah tempat tinggal sementara, melainkan hadir untuk memberikan manfaat di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap mahasiswa yang mengikuti KKN membawa identitas institusi. Oleh karena itu, perilaku dan tindakan mereka selama berada di lokasi KKN akan mencerminkan nama baik UIN Walisongo.
Identitas UIN Walisongo sebagai Tanggung Jawab Moral
Musahadi menambahkan bahwa nama UIN Walisongo memiliki tanggung jawab moral yang besar karena merepresentasikan nilai-nilai keislaman, institusi negeri, sekaligus warisan dakwah Walisongo. Ia menegaskan bahwa apa pun yang dilakukan oleh peserta KKN akan menjadi cerminan kampus ini. Karena itu, ia memperingatkan agar tidak bertindak sembarangan.
Di akhir arahannya, Rektor mengingatkan para mahasiswa dengan pesan sederhana namun tegas dalam bahasa Jawa, “Ojo sembrono.” Menurutnya, sikap disiplin, menjaga etika, dan mampu beradaptasi dengan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan KKN sekaligus menjadi bekal penting dalam kehidupan setelah lulus.
Harapan UIN Walisongo Melalui KKN MIT dan MMK
Melalui KKN MIT ke-22 dan KKN MMK Tahun 2026, UIN Walisongo berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat pengabdian.