July 17, 2026

Prodi MPAI UIN Saizu Juara Program Studi PAI Terbaik di AICIRE 2026

0
Attachment for Prodi MPAI UIN Saizu Juara Program Studi PAI Terbaik di AICIRE 2026

Prestasi Membanggakan dari Program Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto

Program Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto kembali meraih prestasi yang membanggakan. Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) berhasil meraih Certificate of Appreciation sebagai Top PAI Study Program in Turath Studies dalam ajang Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, pada 14-16 Juli 2026.

Penghargaan ini diberikan oleh Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII) sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Program Studi MPAI dalam mengembangkan keilmuan Pendidikan Agama Islam melalui inovasi akademik dan riset berbasis kajian turats atau warisan intelektual Islam klasik.

Forum AICIRE merupakan konferensi ilmiah tahunan yang mempertemukan akademisi, peneliti, serta pengelola Program Studi Pendidikan Agama Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri.

Satu-satunya Prodi PAI Raih Penghargaan Turath Studies

Penghargaan yang diterima Prodi MPAI UIN Saizu memiliki nilai strategis karena menjadi satu-satunya Program Studi Pendidikan Agama Islam di Indonesia yang memperoleh penghargaan pada kategori Top PAI Study Program in Turath Studies. Predikat tersebut menjadi pengakuan nasional terhadap komitmen Prodi MPAI dalam mengembangkan kajian turats sebagai fondasi pengembangan keilmuan Pendidikan Agama Islam yang tetap relevan dengan tantangan pendidikan modern.

Di tengah berkembangnya berbagai pendekatan pendidikan Islam kontemporer, kajian terhadap manuskrip klasik dinilai mampu menjaga kesinambungan tradisi intelektual Islam sekaligus menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan teori maupun praktik pendidikan agama.

Fokus Kembangkan Kajian Manuskrip Islam Klasik

Sekretaris Program Studi MPAI UIN Saizu, Dr. Fahri Hidayat, yang menerima langsung penghargaan tersebut dalam forum AICIRE 2026 mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. “Apresiasi ini diberikan karena Prodi MPAI UIN Saizu dinilai telah melakukan perintisan kajian turats yang menjadi salah satu kekhasan akademik program studi. Kami berupaya menghadirkan kembali khazanah intelektual Islam klasik sebagai sumber pengembangan ilmu Pendidikan Agama Islam yang relevan dengan kebutuhan akademik kontemporer,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan Turath Studies tidak sekadar berorientasi pada pelestarian manuskrip klasik, tetapi menjadi strategi membangun tradisi riset yang mampu menjawab tantangan pendidikan Islam di era global.

Teliti Manuskrip Ulama Aceh dan Libatkan Mahasiswa Thailand

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai proyek penelitian kolaboratif yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Salah satu riset unggulan yang sedang dikembangkan Prodi MPAI adalah kajian terhadap manuskrip Asr?r al-Ins?n f? Ma’rifat al-R?? wa al-Ra?m?n karya ulama besar Aceh abad ke-17, Syekh Nuruddin al-Raniry. Penelitian tersebut tidak hanya berfokus pada aspek filologis, tetapi juga mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam, pemikiran keagamaan, serta relevansinya terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam masa kini.

Melalui penelitian itu, mahasiswa didorong memahami tradisi keilmuan Islam secara mendalam sekaligus mengembangkan kemampuan analisis historis terhadap warisan intelektual ulama Nusantara. Keunikan lainnya, proyek Turath Studies juga melibatkan mahasiswa internasional asal Thailand Selatan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya internasionalisasi riset sekaligus memperluas jejaring akademik lintas negara.

Selain melibatkan mahasiswa asing, tim peneliti juga menjalin komunikasi dengan para ahli manuskrip, filolog, serta praktisi kajian turats di Thailand Selatan yang memiliki pengalaman dalam penelitian manuskrip Jawi dan tradisi intelektual Islam Melayu.

Perkuat Posisi Pascasarjana UIN Saizu

Pendekatan kolaboratif tersebut memperkaya perspektif penelitian sekaligus membuka peluang lahirnya publikasi ilmiah bersama di tingkat internasional. Pengembangan Turath Studies menjadi salah satu ciri khas Prodi MPAI UIN Saizu dalam membangun ekosistem riset berbasis manuskrip Islam Nusantara.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori Pendidikan Agama Islam, tetapi juga diajak menggali sumber-sumber primer berupa naskah klasik sebagai rujukan penting perkembangan pemikiran Islam di Nusantara. Kegiatan penelitian diarahkan untuk mengembangkan kompetensi membaca manuskrip, melakukan kritik teks, memahami konteks sejarah, hingga merekonstruksi pemikiran pendidikan Islam berdasarkan khazanah ulama klasik.

Model pembelajaran berbasis riset itu diharapkan mampu melahirkan lulusan dengan kompetensi akademik yang kuat sekaligus mampu mengembangkan tradisi keilmuan Islam secara berkelanjutan.

Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) merupakan forum akademik tahunan yang diselenggarakan PPPAII sebagai wadah berbagi hasil penelitian, inovasi pembelajaran, dan strategi peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam.

Keberhasilan meraih predikat Top PAI Study Program in Turath Studies semakin memperkuat posisi Pascasarjana UIN Saizu sebagai salah satu pusat pengembangan kajian Pendidikan Agama Islam yang inovatif. Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan atas konsistensi UIN Saizu dalam mengintegrasikan tradisi keilmuan Islam klasik dengan pendekatan akademik kontemporer melalui riset, kolaborasi internasional, dan pengembangan kurikulum berbasis manuskrip.

Dengan capaian tersebut, Prodi MPAI UIN Saizu diharapkan semakin berperan melahirkan lulusan unggul di bidang Pendidikan Agama Islam, memiliki kemampuan riset yang kuat, serta mampu mengembangkan khazanah intelektual Islam Nusantara sebagai kontribusi Indonesia dalam perkembangan studi Islam di tingkat global.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *