July 17, 2026

Go Internasional! 2 Alumni Athirah Bone Wakili Indonesia di Kompetisi Inovator Muda 2026

0
Attachment for Go Internasional! 2 Alumni Athirah Bone Wakili Indonesia di Kompetisi Inovator Muda 2026

Prestasi Internasional SMA Islam Athirah Bone

SMA Islam Athirah Bone kembali menorehkan prestasi yang membanggakan di tingkat internasional. Dua alumninya, Muh. Rijal dan Salwa Salsabilah AZ, berhasil terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang Young Inventors Challenge (YIC) 2026. Ajang ini diselenggarakan oleh Association of Science, Technology & Innovation (ASTI), yang merupakan kompetisi riset bergengsi bagi para inovator muda.

Young Inventors Challenge 2026 menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh para pelajar dari berbagai negara. Kompetisi ini mengundang peserta dari tujuh negara, yaitu Brunei Darussalam, China, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Keberhasilan Muh. Rijal dan Salwa menjadi bukti bahwa pembinaan riset yang dilakukan oleh SMA Islam Athirah Bone mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di panggung global.

Kepala SMA Islam Athirah Bone, Syamsul Bahri, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian yang diraih oleh kedua alumni tersebut. Menurutnya, prestasi ini adalah hasil dari budaya riset dan inovasi yang terus dikembangkan di lingkungan sekolah.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga atas pencapaian ananda. Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa SMA Islam Athirah Bone memiliki kapasitas untuk berkompetisi di panggung internasional melalui penelitian dan inovasi yang bermanfaat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat 17 Juli 2026.

Syamsul berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berinovasi, serta menciptakan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Program Pembinaan Riset yang Menghasilkan Inovasi

Salah satu faktor utama yang membuat SMA Islam Athirah Bone mampu melahirkan inovator muda adalah program pembinaan riset yang telah lama diterapkan. Sekolah ini tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan riset dan inovasi sejak dini.

Program ini mencakup berbagai aktivitas seperti workshop, pelatihan teknis, hingga pemberian bimbingan oleh guru dan mentor yang berpengalaman. Hal ini membantu siswa memahami pentingnya penelitian dan bagaimana mengubah ide menjadi solusi nyata yang bermanfaat.

Selain itu, sekolah juga memfasilitasi partisipasi siswa dalam berbagai kompetisi nasional maupun internasional. Dengan begitu, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menghadapi tantangan nyata di luar lingkungan sekolah.

Komentar dari Alumni

Muh. Rijal dan Salwa Salsabilah AZ, dua alumni yang terpilih sebagai delegasi Indonesia, juga menyampaikan apresiasi mereka terhadap pembinaan yang diberikan oleh SMA Islam Athirah Bone. Mereka merasa bahwa pendidikan yang diperoleh selama di sekolah memberikan dasar yang kuat untuk menghadapi kompetisi internasional.

“Kami sangat berterima kasih kepada guru-guru dan staf sekolah yang telah mendukung kami sejak awal. Tanpa dukungan tersebut, kami tidak akan bisa sampai pada titik ini,” ujar Muh. Rijal.

Sementara itu, Salwa menambahkan bahwa pengalaman di SMA Islam Athirah Bone memberinya semangat untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat melalui inovasi yang dibuat.

Tantangan dan Harapan di Masa Depan

Meskipun prestasi ini menjadi langkah besar, Syamsul Bahri menekankan bahwa ini hanyalah awal dari perjalanan panjang. Ia berharap sekolah dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan riset dan inovasi agar lebih banyak lagi siswa yang mampu berkompetisi di tingkat internasional.

Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah dan instansi terkait dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap program-program seperti ini. Dengan dukungan yang memadai, SMA Islam Athirah Bone dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *