462 Siswa Baru SMAN 9 Tasikmalaya Ikuti MPLS dengan Pelepasan Balon dan Perkenalan Guru
Kegiatan MPLS SMAN 9 Tasikmalaya Dimulai dengan Semangat Baru
Sebanyak 462 murid baru Kelas X SMAN 9 Tasikmalaya Tahun Pelajaran 2026/2027 mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini dimulai pada Rabu, 15 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga Selasa, 21 Juli 2026. Pembukaan dilakukan oleh Kepala SMAN 9 Tasikmalaya Asep Hasanudin, SPd, MPd. Acara dihadiri oleh para guru, tata usaha (TU), serta dua orang perwakilan orangtua siswa.
Suasana acara terasa meriah ketika guru-guru berjalan di depan siswa untuk memperkenalkan diri satu per satu. Para siswa baru yang masih mengenakan seragam putih-biru SMP/MTs tampak antusias dengan memberikan tepuk tangan. Mereka akan segera berganti ke seragam putih-abu dalam waktu dekat.
Pelepasan Balon dan Penyerahan Siswa Secara Simbolis
Acara penerimaan murid baru di sekolah yang berlokasi di Jalan Leuwidahu Nomor 61, Kelurahan Parakannyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, tidak hanya ditandai dengan pelepasan balon, tetapi juga penyerahan siswa secara simbolis. Dua orangtua siswa melakukan penyerahan kepada pihak sekolah. Dua siswa tersebut dipilih berdasarkan nomor urut 001 dengan nilai tertinggi dari jalur prestasi, serta siswa yang domisilinya terdekat.
“Kami serahkan anak ini kepada sekolah untuk menuntut ilmu, didik, dan dibina. Selaku orangtua, kami menyadari bahwa tidaklah kami mampu dan mempunyai waktu yang cukup untuk mendidikan mereka sendiri,” ujar perwakilan orangtua siswa tersebut.

Para orangtua juga menyampaikan ucapan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para guru. Mereka meyakini bahwa para guru akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. “Tentu saja kami percaya bahwa segala kebijakan dan kegiatan sekolah yang dirancang, pastilah dalam rangka kebaikan mereka semata. Karenanya kami tidak akan berlepas tangan untuk memikul tanggung jawab bersama-sama sekolah,” tambahnya.
Harapan Orangtua untuk Anak-anak yang Berprestasi
Perwakilan orangtua tersebut berharap, dengan didikan dan binaan guru, putra-putri mereka menjadi anak-anak yang Pancawaluya yaitu cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (pintar) dan singer (gesit/sigap). Sehingga putra-putri mereka menemukan jati dirinya dalam mempersiapkan masa depan sebagai generasi yang unggul dan berkarakter.

Sambutan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 9 Tasikmalaya Asep Hasanudin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan orangtua siswa agar siswa-siswa baru mendapat didikan di sekolahnya. “Kami akan berupaya maksimal agar para siswa di sini menjadi generasi yang unggul dan berkarakter sehingga dapat memenuhi harapan para orangtua siswa,” ujarnya.
Menurut Asep, jumlah siswa baru Kelas X SMAN 9 Tasikmalaya Tahun Pelajaran 2026/2027 sebanyak 462 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 224 laki-laki dan 238 perempuan.
Asep juga membacakan sambutan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Pembukaan MPLS Pancawaluya Tahun Pelajaran 2026/2027 ini. Dedi menyebutkan, kegiatan MPLS bukan sekadar hari pertama masuk sekolah, melainkan awal dari proses pembentukan karakter sebagai pelajar Jawa Barat. “Sebuah proses untuk membangun disiplin, menumbuhkan tanggung jawab, dan membiasakan diri hidup dengan nilai karakter yang akan menjadi bekal sepanjang kehidupan,” tuturnya.
Karakter Pancawaluya diwujudkan melalui Internalisasi Lima Nilai Inti
Disampaikan Dedi, nilai karakter yang menjadi spirit pembangunan pendidikan di Jawa Barat adalah Pancawaluya, sebuah konsep pembangunan karakter yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal budaya Sunda. Hal itu untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang unggul dan paripurna yang dalam ajaran Sunda disebut Manusa Waluya.
“Manusa Waluya adalah sosok manusia yang memiliki keselarasan antara jasmani, akal, perasaan, kehidupan sosial, dan kehendaknya, sehingga tercipta pribadi yang sehat lahir maupun batin. Karakter Pancawaluya diwujudkan melalui internalisasi lima nilai inti yang saling melengkapi dan terhubung sebagai kompetensi pelajar Jawa Barat yaitu Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer,” tutur Asep membacakan sambutan gubernur yang biasa disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) itu.