July 17, 2026

Siswa Baru MIS Winduraja Ciamis Kunjungi Gada Membaca, Perkenalkan Budaya Literasi Dini

0
Attachment for Siswa Baru MIS Winduraja Ciamis Kunjungi Gada Membaca, Perkenalkan Budaya Literasi Dini

Kegiatan Matamuda Siswa Baru MIS Winduraja Berakhir dengan Kunjungan ke Komunitas Gada Membaca

Kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berakhir dengan kunjungan siswa baru ke Komunitas Gada Membaca. Sebanyak 28 siswa baru mengikuti kegiatan tersebut pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan belajar serta menumbuhkan minat baca sejak dini.

Pengenalan Budaya Literasi

Dalam kegiatan tersebut, para siswa dikenalkan dengan budaya literasi melalui sesi membaca nyaring (read aloud) yang dibawakan oleh relawan Komunitas Gada Membaca, Ike Nurjanah. Pembina Komunitas Gada Membaca, Agus Munawar, menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk mengenalkan lingkungan belajar dan menumbuhkan minat baca sejak dini.

Menurutnya, MIS Winduraja dan Komunitas Gada Membaca berada di bawah naungan Yayasan Galuh Kinasih. “Kegiatan ini menjadi bagian dari pengenalan lingkungan bagi siswa baru. Kami ingin anak-anak merasa dekat dengan ruang baca dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan sejak awal mereka bersekolah,” ujarnya.

Aktivitas Menyenangkan di Komunitas Gada Membaca

Setibanya di lokasi, para siswa mengisi daftar hadir melalui sistem informasi manajemen, kemudian diajak berkeliling mengenal berbagai fasilitas yang dimiliki Komunitas Gada Membaca. Mulai dari koleksi buku bacaan, titik baca, permainan edukatif, hingga berbagai sarana literasi lainnya. Kegiatan dipandu oleh Ai Adawiyah, M.Pd., dan Hj. Mae bersama para relawan komunitas.

Suasana semakin semarak ketika Ike Nurjanah membacakan buku bergambar berjudul “Selamat Tidur, Kola” karya Veronica W. yang merupakan bagian dari Program Bahan Bacaan Bermutu bantuan Perpustakaan Nasional. Melalui cerita tentang seekor koala yang mengalami kesulitan tidur, anak-anak diajak memahami pentingnya semangat belajar, gemar membaca, berolahraga, serta tidak mudah menyerah saat menghadapi persoalan. Buku tersebut juga mengenalkan berbagai cara kreatif dalam menyelesaikan masalah dengan suasana yang menyenangkan.

Tujuan Kegiatan Matamuda

Kepala MIS Winduraja, Hari Rais Alqori, S.Pd., mengatakan kegiatan Matamuda dirancang agar siswa baru lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menumbuhkan karakter positif. “Tujuan kegiatan Matamuda ini untuk mengenalkan lingkungan sekolah sehingga siswa baru mengenal sarana dan prasarana, teman sejawat, wali kelas, serta mengetahui tempat belajar mereka sebelum pembelajaran dimulai,” katanya.

Ia berharap kegiatan literasi bersama Komunitas Gada Membaca dapat menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang ramah, menyenangkan, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.

Fasilitas dan Pengalaman Belajar

Selama kunjungan, siswa baru juga diberi kesempatan untuk menjelajahi berbagai fasilitas yang tersedia di Komunitas Gada Membaca. Mulai dari rak buku yang terdiri dari berbagai genre, area baca yang nyaman, hingga permainan edukatif yang bisa membantu meningkatkan keterampilan anak. Setiap siswa ditemani oleh relawan komunitas yang siap menjelaskan fungsi masing-masing fasilitas.

Kunjungan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang pentingnya membaca dan bagaimana membaca bisa menjadi salah satu cara untuk mengeksplorasi dunia secara lebih luas. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan siswa baru dapat lebih terbiasa dengan lingkungan belajar yang kondusif dan penuh dukungan.

Kesimpulan

Kegiatan Matamuda yang berakhir dengan kunjungan ke Komunitas Gada Membaca berhasil memberikan dampak positif bagi siswa baru MIS Winduraja. Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan minat baca dan membangun karakter positif sejak dini. Dengan kolaborasi antara sekolah dan komunitas literasi, diharapkan siswa akan lebih percaya diri dan siap menghadapi proses belajar mengajar di masa depan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *