July 17, 2026

SD Muhammadiyah Kreatif Surakarta Menggabungkan 3 Kurikulum, Belajar Sambil Bermain Bikin Siswa Betah

0
Attachment for SD Muhammadiyah Kreatif Surakarta Menggabungkan 3 Kurikulum, Belajar Sambil Bermain Bikin Siswa Betah

Transformasi Pendidikan di SD Muhammadiyah Kreatif Surakarta

SD Muhammadiyah 18 Surakarta resmi berganti nama menjadi SD Muhammadiyah Kreatif Surakarta. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada identitas sekolah, tetapi juga menghadirkan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Sekolah kini menerapkan perpaduan antara Kurikulum Nasional, Kurikulum Muhammadiyah, dan Kurikulum Kreatif.

Pembelajaran di SD Muhammadiyah Kreatif Surakarta berbasis edutainment, yaitu belajar sambil bermain. Metode ini dirancang agar siswa dapat memahami materi pelajaran melalui aktivitas yang menyenangkan. Meski proses belajar dilakukan dengan cara yang menarik, siswa tetap diminta untuk mempresentasikan hasil pembelajaran dan mengikuti evaluasi harian. Hal ini bertujuan agar guru dapat mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

Konsep edutainment dipilih karena anak-anak usia sekolah dasar masih berada dalam fase bermain. Dengan metode ini, anak-anak diajak untuk memahami materi pelajaran tanpa merasa terbebani. Anik Handayaningsih, Kepala SD Muhammadiyah Kreatif Surakarta, menjelaskan bahwa sekolahnya menjadi satu-satunya sekolah dasar di Kota Surakarta yang menerapkan tiga kurikulum sekaligus. Ketiga kurikulum tersebut saling melengkapi dalam proses pembelajaran.

Pendekatan Pembelajaran yang Inovatif

Metode pembelajaran berbasis praktik diterapkan di seluruh jenjang kelas. Misalnya, siswa kelas III mempelajari materi keluarga dengan bermain peran sebagai anggota keluarga. Sementara itu, siswa kelas I belajar berhitung menggunakan benda-benda yang tersedia di lingkungan sekolah. Adapun siswa kelas V diajak mengamati langsung objek biotik dan abiotik di sekitar sekolah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.

Guru di sekolah ini memanfaatkan alat dan media yang tersedia di sekolah sehingga pembelajaran tidak bergantung pada fasilitas yang mahal. Selain metode pembelajaran, sekolah juga memiliki sejumlah program unggulan seperti pentas seni tahunan yang mewajibkan seluruh siswa tampil di atas panggung, program guest teacher dengan menghadirkan narasumber sesuai mata pelajaran, market day untuk melatih keberanian dan kemampuan berbicara di depan umum, serta pembelajaran life skill yang disesuaikan dengan jenjang kelas.

Pembentukan Karakter Berbasis Islam

Sebagai sekolah berbasis Islam, pembentukan karakter juga menjadi bagian penting dalam kegiatan sehari-hari. Siswa dibiasakan berdoa, mengaji pada pagi dan sore hari, melaksanakan salat duha dan salat zuhur berjamaah, serta mengikuti program One Day One Hadis. Selain itu, siswa juga dilatih untuk berbicara di depan umum (pidato atau ceramah) dalam konteks Islam untuk menyampaikan ajaran agama, nasehat, atau informasi.

Sekolah yang berdiri sejak 1971 itu sempat mengalami masa sulit. Pada satu periode, jumlah pendaftar hanya berkisar tiga hingga enam siswa sehingga keberlangsungan sekolah sempat terancam. Namun, sejak dilakukan pembaruan identitas sebagai sekolah kreatif sekitar 2018 dan diperkuat dengan penerapan kurikulum kreatif, jumlah peserta didik terus meningkat. Saat ini, SD Muhammadiyah Kreatif Surakarta memiliki sekitar 183 siswa.

Dampak Positif Terhadap Semangat Belajar

Anik mengaku perubahan tersebut juga membawa dampak positif terhadap semangat belajar anak-anak. “Beda dengan anak sekolah lain yang ingin cepat pulang. Anak-anak di sini justru tidak ingin pulang karena masih ingin bermain. Mereka juga antusias bercerita kepada orang tuanya tentang kegiatan di sekolah dan bertanya besok akan belajar apa lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Kesiswaan, Ervin Widianto, berharap konsep pembelajaran berbasis praktik mampu membuat materi lebih bermakna bagi siswa. “Harapan saya, anak-anak bisa memaknai setiap materi karena mereka mempraktikkannya secara langsung,” ujarnya.

Anik pun berharap konsep sekolah kreatif semakin dikenal dan diterima masyarakat. “Harapan saya sebagai kepala sekolah, sekolah kreatif bisa lebih diterima di masyarakat umum,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *