July 17, 2026

Pengukuhan Murid MAN 19 Jakarta, Kemenag: Tidak Ada yang Perlu Takut

0
Attachment for Pengukuhan Murid MAN 19 Jakarta, Kemenag: Tidak Ada yang Perlu Takut

Penutupan Rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah

Rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) ditutup secara resmi di MAN 19 Jakarta. Kementerian Agama (Kemenag) menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa selama proses belajar mengajar. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah pencegahan bullying atau perundungan di sekolah.

Direktur Kurikulum Sarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kemenag, Nyayu Khodijah, menegaskan bahwa tidak boleh ada murid yang merasa takut di madrasah. “Tidak boleh ada praktik bullying,” ujarnya. Ia menekankan bahwa segala bentuk perundungan, baik fisik, verbal, maupun digital, harus segera dihentikan.

Nyayu juga menyarankan agar para murid tidak ragu melaporkan kejadian bullying kepada guru jika terjadi. Selain itu, ia menyebutkan tentang keberadaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang sedang dikembangkan oleh Kemenag. KBC bertujuan untuk mewujudkan madrasah yang ramah anak dan bebas dari diskriminasi.

Pada kesempatan tersebut, Nyayu juga memperkenalkan Gerakan Senyaman. Gerakan ini bertujuan untuk menciptakan madrasah yang sehat, aman, nyaman, dan menyenangkan. Gerakan ini menjadi implementasi nyata dari KBC dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.

“Kurikulum ini tidak berhenti sebagai konsep. Nilai-nilai cinta harus hadir di ruang kelas, di halaman madrasah, saat belajar, bermain, hingga dalam setiap interaksi antarwarga madrasah,” ujar Nyayu Khodijah.

Tiga Indikator Utama Gerakan Senyaman

Menurut Nyayu, tiga indikator utama Gerakan Senyaman adalah:

  • Madrasah ramah lingkungan
  • Madrasah ramah anak
  • Murid yang sehat dan sejahtera secara mental maupun spiritual

Ia juga mengingatkan seluruh peserta didik untuk peduli terhadap lingkungan, menolak segala bentuk perundungan, serta saling menghormati sebagai bagian dari budaya madrasah.

Pelaksanaan Matamuda

Kegiatan Matamuda diselenggarakan selama tiga hari di madrasah seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada tiga hari pertama tahun pelajaran baru 2026/2027.

Penutupan Matamuda di MAN 19 Jakarta pada 16 Juli seharusnya dipimpin oleh Menag Nasaruddin Umar. Namun karena berhalangan hadir, acara tersebut digantikan oleh Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, Amien Suyitno.

Pesan dari Dirjen Pendis

Suyitno mengajak peserta didik baru madrasah untuk menyiapkan bekal terbaik dalam menuntut ilmu. Bekal tersebut bukan hanya kecerdasan, tetapi juga kesabaran, kemauan belajar, hingga penghormatan kepada guru.

Menurut Suyitno, peserta didik yang diterima di madrasah negeri merupakan mereka yang telah melewati proses seleksi ketat. Namun, kecerdasan saja tidak cukup apabila tidak dibarengi semangat belajar dan akhlak yang baik.

“Keberhasilan lebih banyak ditentukan kemauan daripada kemampuan. Banyak orang cerdas gagal karena tidak memiliki kemauan belajar. Sebaliknya, banyak yang berhasil karena terus belajar tanpa menyerah,” tandas Suyitno.

Suyitno juga menegaskan pentingnya menghormati guru sebagai pembimbing kehidupan, bukan sekadar pengajar. Baginya, ilmu akan menjadi berkah apabila diperoleh dengan adab. “Hormati guru, dengarkan nasihatnya, dan jadikan mereka teladan dalam kehidupan,” ucap dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *